Another Interview Calls | Sebuah Panggilan Kehidupan (..Salah, sob..!)

Sore ini pukul 4:20 waktu setempat (ya, saya tau waktunya dibuat-buat, biar terlihat saya salah seorang penikmat kultur 4:20 juga x)), dikala asik menggerayangi blekberi butut kesayangan, tetapi blekberi tidak sayang kepada saya, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk bercuap-cuap di twitter. Lalu tak disangka dan dinyana ringtone favorit dari The Whitest Boy Alive ~ 1517 terdengar mengalun indah, dan dilayar hp terlihat nomer asing menghubungi yang saya sadari tidak pernah saya catat di phonebook. Siapakah gerangan? Benak saya bertanya pada rimbunnya pepohonan didepan kamar, tapi tiada jawaban. Akhirya saya memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut, dari seberang sana terdengar indah suara wanita yang umurnya saya kira tidak lebih dari 25 tahun, dengan tanktop belahan dada rendah, dan rok mini latex mengkilat mirip Trio Macan (tau darimana sob? eluh kan lagi telponan! bukan skype-an! lagian ini bukan cerita bokep!). Oke kembali ke cerita, “Halo, selamat sore” kata perempewi tadi, “Selamat sore”, sahut saya. Tamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s