Backpacker Super Sejati #1 [Nusa Lembongan & Nusa Ceningan]

This slideshow requires JavaScript.

Halo.
Jumpa lagi bro.
Kali ini gue akan menulis petualangan super pecah gue ke Pulau Nusa Lembongan & Nusa Ceningan. Yea men.
Sekilas gue bahas tentang Pulau Nusa Lembongan terlebih dahulu.
Pulau Nusa Lembongan itu terletak di sebelah tenggara Pulau Bali. Tapi masih satu provinsi dengan Bali, dan masuk dalam wilayah kabupaten Klungkung / Semarapura. Begitu juga dengan Pulau Nusa Ceningan, berada tepat di seberang Pulau Nusa Lembongan. Wilayahnya lebih kecil daripada Nusa Lembongan. Dan untuk menyeberang ke Nusa Ceningan dari Nusa Lembongan, cukup dengan sepeda motor, karena sudah ada jembatan pegas yang menghubungi kedua pulau tersebut.
Oke gue kira cukup perkenalannya. Langsung aja gue menceritakan pengalaman petualangan gue. Yihuu.

IMG_1391

Sebetulnya ide untuk bepergian ke pulau Nusa Lembongan & Nusa Ceningan ini sudah lama dibicarakan dengan saudara-saudara dan teman-teman gue. Tapi karena terbentur kesibukan di kantor, kesibukan hari raya, upacara keagamaan, dan kesibukan beradat istiadat, jadilah ide ini hanya sekedar wacana.
Namun begitu, gue dan pacar lalu mencari hari yang betul-betul free tidak ada gangguan apapun untuk bepergian ke pulau tersebut.
Jadilah ditunjuk hari Sabtu & Minggu. Tanggal 26 & 27 Oktober 2013. Yes, tepat seminggu yang lalu. Sebetulnya ini bukan kali pertama gue travelling keluar pulau gitu. Tahun-tahun sebelumnya gue sudah pernah ke Pulau Gili Trawangan. Dua kali malah. Pertama tahun baru 2012 dan yang kedua bulan Oktober 2012. Tapi waktu itu skip azza ga sempet nulis ke blog. Huhu. Jadi anggep azza ini backpacker gue yang pertama.
Oke balik ke cerita, setelah tanggal dipilih, langsung gue dan pacar bagi tugas. Doi yang punya kewajiban untuk reservasi penginapan dan gue yang cari informasi how to get there?
Lucu aja sudah reservasi penginapan, tapi ga tau cara untuk pergi kesana. Huhu.
Reservasi dilakukan secara online di agoda.com, karena kebetulan banyak promosi disitu. Rencana pertama untuk menginap di villa Le Pirate, tapi ternyata full book. Jadilah pindah ke sekitar villa Le Pirate. Setelah sekian lama browsing villa di Agoda, akhirnya dipilihlah Secret Point Huts Bayside Villa. Dengan harga promosi US $36. Yang harga regulernya adalah US $70. Sip. Jadi. Dapet setengah harga.
Oke, setelah villa sudah dapet, lalu tugas gue untuk mencari informasi bagaimana menuju kesana? Bertanya kepada orang yang sering kesana, atau orang asli sana. Orang asli sana? Aha! Maria Harada. Adik kandung dari pacar sepupu gue, atau singkatnya.. Temen. Done. Yea. Doi memang orang asli sini, dan sering mondar mandir di pulau ini. Setelah chit-chat, sms, telpon-telpon, akhirnya tau bagaimana cara cepat menuju kesana yaitu dengan menaiki kapal cepat yang berangkat dari pantai Sanur. Karena ini kali pertama gue ke Nusa Lembongan dan gue hampir sotoy pengen berangkat dari pelabuhan Padangbai. Huhu. Lebih baik bertanya daripada nyasar di laut men. Ga ens banget. Dan jangan sotoy! Huhu.

Sip, pulang kantor, jemput pacar ke Denpasar, culik ajak ke Klungkung. Packing. Istirahat secukupnya, biar fresh bepergian keesokan harinya. Planning mau ikut fastboat yang berangkat jam 8 pagi. Tetapi memang betul kata pepatah, manusia bisa berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Gue berangkat dari Klungkung jam 07:15, dan di tengah perjalanan, perasaan mulai tidak enak. Ban belakang motor gue seperti dancing in the moonlight. Gembosss! Faak! Apes nian. Jadilah gue dorong-dorong motor sampe nemu bengkel yang sudah buka jam segitu. Begitu keluar dari pedesaan dan menuju arah baypass, ada secercah harapan. Bengkel pompa ban truk! Yang mesin kompresornya segede gajah bercula satu. (Emang gajah bercula yes? Bodo amattt..) Langsung aja gue bertanya, “Pak, apakah sudi kiranya bapak menambal ban motor saya yang meronta ini?” “Baiklah kisanak, akan hamba cek terlebih dahulu. Silahkan duduk dan nikmati kopi yang sudah disuguhkan.” Yakaaaaaaaaali ngobrol sama tukang tambal ban truk bahasanya begitu. Huhu. Paling banter, “Lay, Lay, tolong kau periksalah ban motor aku itu. Gembos tampaknya.” Huhu.
Oke, setelah dicek, ternyata ban dalemnya kisut, keriting! Bentuknya ga beraturan! Ga bisa ditambal, dan harus diganti. Oke, baiklah kalo itu mau lo. Untung aja si bapak punya stok ban dalem motor. Dan tidak motor gue yang dicustom paksa untuk make ban truk. Huhuhu.
Sembari menunggu ban dalem diganti, gue pesen kopi susu gitu untuk menghalau rasa kantuk gue dan telponan lagi sama Maria. Siapa nanti yang bisa gue hubungi begitu sampe di Nusa Lembongan. Oke sip, dan gue dihubungkan dengan Pak Nepo. Tour guide dadakan gue di Nusa Lembongan. Huhu.
Sekitar 30 menitan gitu motor gue di oprek abang tukang tambal ban. Sip! Ban kelar diganti, ongkos ganti ban dalem + kopi = Rp. 45.000. Pukul 08:15 cusss, langsung meluncur ke arah pantai Sanur. Kira-kira jam 08:40 gue sampai di pantai Sanur. Langsung bergegas gue memarkir motor di tempat yang agak ramai, karena motor gue akan menginap sekitar 2 hari disini. Setelah itu gue langsung menuju loket penjualan tiket public boat yang menuju Nusa Lembongan. Jam berapa lagi jadwal fast boat yang menuju Nusa Lembongan, Pak? Tanya gue ke bapak yang ada dibalik loket tiket. “Jam 09:00, Dik.” Thanks God! Berarti gua nunggu ga lama-lama amat. Harga tiket per pax Rp. 50.000. Sip! Tiket sudah ditangan. Tepat pukul 09:00, diumumkan dari pengeras suara yang mirip di mesjid-mesjid, bahwa fast boat yang menuju Nusa Lembongan sudah siap, dan akan berangkat. Dimohon kepada para penumpang untuk naik ke atas kapal. Oke, gue berjalan mendekati kapal. Sebelum menaiki kapal, kita diwajibkan untuk menanggalkan alas kaki pada wadah yang telah disediakan. Gue ga tau ini fungsinya apa, tapi gue rasa biar lantai kapal tetap bersih.
Sip, semua penumpang sudah menaiki kapal, tiba saatnya menyebrang. Ngeeeenggggg.. Kira-kira pukul 09.30 gue sampai di Pulau Nusa Lembongan. Tepatnya di desa Jungut Batu. Hore! Waktu yang ditempuh adalah 25 menit perjalanan dan 5 menit kapal merapat ke bibir pantai. Jangkar kapal diturunkan, keranjang sendal dibalikkan di pasir pantai sehingga sendal berserakan, dan penumpang mulai berhamburan turun. Gue memilih turun belakangan biar santai. Tapi gue mendengar suara dari luar sana, “Temennya Mariaaaa..” Hah? Itu berarti gue. Lalu gue jawab dari atas kapal, “Iya, saya Pakkkk.. Tungguuu..” Itu pasti Pak Nepo, pikir gue. Begitu turun dari kapal, gue langsung buru-buru mengambil sendal yang berserakan di pasir pantai. Dan kebetulan sendal yang gue ambil itu satunya menghadap ke atas, dan satunya lagi menghadap ke bawah. Tanpa pikir panjang, gue langsung menghampiri Pak Nepo. Tour guide dadakan gue yang direkomendasikan oleh Maria.
“Halo Pakkk, saya Gus Arik, ini Deejay.” “Halooo, selamat datang di Lembongan. Sudah pernah kesini sebelumnya?” “Belum, Pak. Ini pertama kalinya saya kesini.” Lalu akhirnya gue diculik, dan dibekap terus orangtua gue dimintain uang tebusan. Loh?! Kenapa jadi cerita sinetron gini. Huhu. Becanda, becanda.
Lalu gue diajak menuju motor yang sudah disediakan Pak Nepo. Ada 2 pilihan motor matic yang disediakan, mau Honda Scoopy atau Yamaha Mio. Pacar gue langsung nyerobot aja, “Scoopy aja, Pak.” Okelah kalo itu mau lo, gerutu gue dalam hati.
Ngeeeeng, tujuan pertama gue yang diajak Pak Nepo adalah ke loket fast boat untuk pulang besok harinya. Ini penting kata Pak Nepo, daripada besok ga dapet tiket balik. Sip, Pak Nepo. Lalu gue registrasi tiket balik besok, dengan harga orang lokal Lembongan ala Pak Nepo. Harusnya harga tiket balik reguler Rp. 60.000, sedangkan gue dikasihnya harga Rp. 50.000. Sip, tiket balik untuk dua orang sudah ada di tangan. Aman, pikir gue. Lalu gue diajak lagi ketemu dengan orang rental motor. Lagi-lagi gue dikenakan harga lokal Lembongan. Rp. 100.000 dua hari dengan bensin full tank. Seharusnya harga reguler wisatawan domestik adalah Rp. 60.000 per setengah hari. Atau Rp. 75.000 per hari tanpa bensin. Wow! Terima kasih banyak Pak Nepo dan Maria! ๐Ÿ˜
Setelah itu gue ditunjukkan dimana gue harus parkir motor nanti kalo mau balik. Oke sip, setelah itu Pak Nepo menanyakan dimana tempat gue menginap, gue bilang aja nama tempatnya. Lalu Pak Nepo terkejut dengan mata melotot. “Hah?! Kenapa menginap disana? Daerah situ sepi, dan sedikit penduduknya. Disamping itu juga daerah itu terkenal angker. Banyak ada hantu berkeliaran dengan memakai bikini. Kadang-kadang juga penampakan dinosaurus dan monster Loch Ness muncul disekitar situ. Berhati-hatilah!” Yeeeeilehhh, kebanyakan LSD nih orang, halunya parah. Huhu. Kagak, kagak. Becandaan ini sih.
Oke, setelah itu Pak Nepo memberikan gue sebuah peta fotocopyan Pulau Nusa Lembongan & Nusa Ceningan gitu. Sambil menunjukkan lokasi dimana gue menginap. Pak Nepo said, “Disini ga bakalan mungkin tersesat, karena jalannya cuma segini-segini aja. Jadi tidak usah takut. Nanti kalau ada apa-apa telpon saya aja. Oke? Selamat berlibur.” Selepas percakapan itu, mulai lah gue menggeber gas motor Scoopy tanpa plat nopol tersebut. Hanya berbekal peta dan petuah dari Pak Nepo, jiwa explorer gue membara! Saatnya gue menjadi BACKPACKER SUPER SEJATI!

Dibawah terik matahari yang super panas di daerah pesisir pantai itu, gue menggeber Scoopy menuju penginapan. Tujuan pertama gue adalah ke jembatan pegas, yang menghubungkan antara Nusa Lembongan & Nusa Ceningan. Karena penginapan gue letaknya di Nusa Ceningan. Pokoknya prinsip gue, banyak tanya, jalan terbuka. Shedap. Tibalah akhirnya gue di jembatan tersebut, hore! Sebentar lagi tiba di penginapan. Sekitar 10 menit perjalanan setelah jembatan pegas dan mengikuti arah hotel yang dipasang secara darurat di tepi jalan, akhirnya gue tiba. Hal yang pertama gue rasain adalah, PANAS BANGET MENNN! Suhu kira-kira mendekati 41 derajat celcius gue rasa. Gue tau karena gue adalah backpacker super sejati yang mempunyai indra perasa yang tajam. Setajam silet. Tsaah..
Nama penginapan yang gue tempati adalah Secret Point Huts Beachside Villa. Setelah memarkir kendaraan, bergegas gue menuju resepsionis villa yang adanya di bagian belakang bangunan. Lalu printout bukti pembayaran melalui Agoda dikeluarin sama pacar, lalu sang petugas menyuguhkan orange juice super dingin kepada kami sebagai welcome drink. Surga! Panes terik dikasih yang seger-seger, pecah ademnya. Lalu gue berkeliling melihat situasi penginapan, bangunannya cukup unik, lumbung-lumbung gitu dua tingkat. Ada kolam renangnya juga. Terus yang paling dahsyat itu view ke arah laut yang bisa dinikmati dari dalam kamar. Khan maennn.
Begitu beres registrasi, lalu gue langsung masuk kamar ngadem gitu. Tapi begitu mau masuk kamar, kaki ada yang aneh nih sepertinya. Baru gue liat kebawah, sendal gue ketuker sebelah. Dan gue baru sadar setelah sekian lama sendal ketuker ini terjadi. Setannn! Haha. Tapi, yah namanya juga sudah terlanjur terjadi, mau digimanain lagi, wolesin azza. Lalu gue order cold beer + air mineral. Harganya juga ga mahal-mahal amat. Cold Bintang yang kecil cuma Rp. 25.000, sedangkan Aqua tanggung harganya Rp. 10.000 an gitu. Murah kan? Rebahan, istirahatin badan. Lumayan capek juga men perjalanannya. Jam 12:30 an gitu perut mulai berontak minta diisi. Gegara paginya skip sarapan. Langsung aja gue ke restoran villa, untuk brunch. Breakfast lunch nanggung gitu, istilah anak muda kekinian. Shedap.
Lalu gue liat-liat menu yang tersedia di meja, menunya cukup banyak, tapi gue ga pengen makan berat. Yaudah gue order Margarita Pizza aja. Pacar gue ordernya gado-gado. Terus minumnya juga jus-jus gitu biar seger. Kurang lebih menunggu 10 menit pizza gue dateng. Tanpa menunggu lama, gue sikat aja langsung. Ukurannya sih medium pan gitu, tapi ngenyangin, rasanya juga endesh magendesh. Pizza gue udah abis setengah pan, gado-gado pacar gue ga kunjung dateng. Sian deh. Terus ntarnya waitressnya dateng ngabarim, “Maaf Mba, gado-gadonya kosong.” Yeeeileehhh, kesian amat pacar gue di PHP-in abang-abang waitress. Akhirnya orderan gue cancel. Huhu.
Udah kelar gitu, balik lagi ke kamar ngadem. Terus berencana jalan sorean dikit, biar ga gosong. Tadi waktu di restoran gue sempet ngambil majalah yang khusus membahas dua pulau ini. Informasinya lengkap banget. Mulai dari map, penginapan, restoran, objek wisata, dsb. Gue baca halaman per halaman, gue cari spot-spot yang asyik. Dua udah nyantol di pilihan gue, pertama Le Pirate deket dengan villa gue ginep, kedua The Beach Club at Sandy Bay.

IMG_1221
Sip, udah agak sorean, gue langsung cus ke Le Pirate. Sekitar 5 menit dari villa tempat gue nginep. Begitu masuk, hmm, tempatnya lumayan, ga besar, ga kecil. Terus bangunannya juga simple, ga mewah, unik, artistik. Langsung gue menuju bar, liat menu, order cold beer. Yaa, small Bintang harganya Rp. 30.000, lebih mahal dari villa gue lagi goceng. Terus pacar gue order lime juice gitu. Harganya Rp. 25.000. Pacar gue sibuk foto-fotoin venue. Gue nongkrong di bar aja ngobrol sama waitressnya. Lalu gue jalan ke arah poolnya gitu, terus ga sengaja gue liat cewek, tinggi, item, full tats, rambutnya putih, funky, trendy, kece abis. Lalu gue saling pandang sama pacar gue. “Laaah?! Sikilku ndiii? Halaah halaaahhh..” Ngga, ngga. Ini Srimulat. Gue ngobrol bisik-bisik tetangga sama pacar, “Lah, ini kan yang kita liat di Gili waktu liburan taun lalu. Siapa ya namanya?” Gue sama pacar ga tau namanya, tapi inget nama account Instagramnya. FAVELAPUNK! “Iyaaaa, tapi nama aslinya siapa?” Lalu gue browsing, gue inget film booming doi, judulnya Radit dan Jani. Gue googling, ‘pemeran Jani dalam film Radit dan Jani’. Iyaaak, nemu! FAHRANI! Hore! Fahrani Empel.
Lalu doi jalan ke bar order minuman gitu, terus nyapa gue sama pacar gitu. Halooo. Tapi kita emang ga kenal, jadi mungkin sapaan basa-basi gitu. Huhu.
Terus gue masih asyik di bar, sambil foto-fotoan bareng pacar suruh mbak-mbak waitressnya yang fotoin. Terus gue jalan lagi ke deket pool gitu, nah gue dipanggil sama Fahrani. “Halo sayang, bisa tolong fotoin kita ngga?” Oke lah kalo itu mau lo. Jeprat, jepret, jeprat, jepret. Akhirnya gue sama pacar nimbrung ngobrol disitu bareng mereka. Lalu gue buka pembicaraan, “Mbak, kayaknya kita pernah ketemu juga waktu di Gili kemaren.” “Really? Wow. Iya, aku juga ke Gili kira-kira taun kemarin.” “Iya Mbak, aku ke Gili juga berdua taun kemarin itu. Kejadiannya juga sama, Mbak minta aku fotoin Mbak bareng temen cewe waktu itu. Kayak dรจjavu gitu. Huhu.” “Wahhh, iya-iya berarti kita jodoh ketemu waktu liburan. Haha.”
Nah, ini juga aneh banget sih menurut gue. Emang taun kemarin waktu gue ke Gili, ketemu juga sama doi di satu bar gitu di, Sunset Point Bar. Terus sekarang ketemu lagi disini, waktunya pas juga lagi liburan. Huhu. Emang jodoh ketemu liburan kali sama doi. Huhu.
Udah gitu, gue ajakin doi skab-skab woles biar asoy, doi juga beliin gue beer gitu.
Terus sekitar jam 6 sorean gitu, gue balik. Pamitan ke doi, diajak fotoan dulu biar kece. Huhu. Langsung gue cabut ke villa, sedangkan doi emang nginepnya disitu.
Sampe di villa, istirahat bentar. Langsung mandi untuk siap-siap dinner. Gue belum nemu tempat dimner asik, tapi gue serahin aja kemana Scoopy mengarah. Huhu.
Jam 7 an gitu, gue cabut dari villa ke arah yang banyak ada tempat makannya menurut majalah yang gue ambil di restoran tadi pagi. Gila, gelap banget pulau ini. Ga ada lampu penerangan jalan, jalan juga ga rata, berlubang. Pokoknya hati-hati aja. Tips nih dari gue.
1. Jika bepergian di pulau ini, lebih baik siang / sore hari. Kalo malem gelap banget tidak ada lampu penerangan jalan, dan tidak ada rambu penunjuk arah. Boleh aja sih keluar malem, asal deket dari villa tempat lo nginep atau seenggaknya lo tau jalan.
2. Naro uang jangan di satu tempat, di pecah aja, untuk jaga-jaga hal yang tidak diinginkan.
3. Jangan pergi sendirian! Seenggaknya kalo lo nyasar, masih ada temen yang lo ajak ngobrol.

Sedangkan gue? Gue nginep di Nusa Ceningan, dan nyari restoran di pulau seberang. Buset. Karena menurut majalah, di Nusa Lembongan yang banyak ada restorannya.
Oke, gue geber santai gas Scoopy, sambil nginget-nginget tanda jalan biar waktu balik ga nyasar. Lalu nyebrang jembatan pegas menuju Lembongan. Jembatan pun gelap banget ga ada lampunya. Cuma mengandalkan pencahayaan dari Scoopy. Masuk Lembongan, agak mulai terang, cahaya dari rumah-rumah penduduk. Memang di Lembongan penduduknya padat dibandingkan Ceningan. Sambil jalan gue liat kanan kiri jalan liat bar yang asik, ga ada yang sreg. Lalu gue puter balik lagi si Scoopy, baru liat jam. Buset, udah jam 8:30 aja. Lagian perut gue udah laper, tanpa banyak cakap, langsung gue geber Scoopy ke arah balik. Tau-tau mentok mau ke arah jembatan pegas lagi. Faak! Masak iya gue puasa ga makan malem hari ini. Huhu. Akhirnya gue melihat petunjuk arah sebelum jembatan pegas menuju ke kanan, Panorama Bar & Restaurant, oke, eat or die! Haha.
Akhirnya gue sampai, terus ngeliat ke arah bawah dari tempat makan. Viewnya magis banget. Kerennn. Cahaya lampu rumah penduduk, ditambah suara deburan ombak dan hembusan angin laut. Khan maen.
Lalu gue langsung liat-liat menu gitu, apa aja menu yang disediakan. Ternyata lumayan banyak juga pilihan menunya. Akhirnya gue pesen Pork Chop dan Curry Chicken Pizza (lagi). Entah kenapa semenjak disini gue jadi doyan pizza. Huhu. Terus minumnya gue pesen yang santai, Ice Lemon Tea dan pacar gue ga order makan, masih kenyang katanya terus cuma order teh susu gitu. Gue lupa rincian harganya berapa, pokoknya total sekitar Rp. 190.000an gitu. Setelah menikmati masakan dan foto-foto akhirnya gue balik ke villa lagi. Tapi gue heran, kenapa masakan-masakan restoran disini enak-enak semua ya? Ternyata setelah gue ngobrol dengan waitress yang ada di Le Pirate, ternyata ada sekolah pariwisata gitu di deket jembatan pegas sana, terus guru juru masaknya adalah orang Perancis, jadi sekolah menengah kejuruan ini salah satu sekolah favorit di pulau ini. Jadi ga heran kenapa semua masakan di restoran-restoran sini enak semua. Huhu.
Balik dari Panorama Bar & Restaurant, gue liat majalah ultimate guide tour gue, judulnya Nusa Paradise. Setelah gue amati, wah, ada jalan motong nih dari jalan yang biasa gue lewatin menuju jembatan pegas untuk balik ke villa gue. Oke, berbekal peta dari majalah itu, gue akhirnya melewati jalan itu. Tapi jalannya itu agak nanjak gitu, terus lumayan jelek juga jalanannya, akhirnya gue hati-hati lewat jalan ini. Tapi perasaan gue ga enak, kenapa ga serame jalan yang biasa gue lewatin ya jalan yang satu ini. Terus jalan ini lebih gelap. Tapi gue positif thinking, sesekali papasan lah sama orang naek motor juga. Waktu itu udah jam 9 lewat dikit gitu. Terus sampe pada akhirnya gue melewati satu tempat yang gelap banget, terus pohonnya rindang banget, dahannya menjulur ke tengah jalan gitu. Dan di atas tanah gitu guee liat ada payung-payung, terus tanah yang dikurung, terakhir gue perhatiin, batu nisan. KUBURAN! Faak. Berdua, tempat gelap ga ada lampu sama sekali, penerangan cuma dari cahaya Scoopy doang, terus kanan kiri hutan gitu ga ada rumah penduduk, yang ada gue cuma pasrah dan baca-baca doa sepanjang jalan. Nah, setelah ngelewatin jalanan yang spooky itu pas di pertigaan jalan yang menuju jembatan pegas. Gue ngeliat ada penunjuk arah yang bilang kalo lurus itu tempat The Beach Club at Sandy Bay. Uwaaahh! Ini dia tempat yang ada di list yang pengen gue kunjungin! kebeneran banget! Deket dong berarti, pikir gue. Tapi tujuan gue bukan lurus kesana, gue sempat nanya sama penduduk lokal gitu, untuk menuju ke arah Pulau Nusa Ceningan itu belok kiri. Oke sip, berarti tujuan gue besok ke jalan ini lagi. Udah gitu, gue balik ke villa, lewatin jembatan pegas, parkir motor di parkiran villa, masuk kamar. Istirahat. Gue ga mau begadang malem itu, karena besok dari pagi gue mau lanjutin petualangan gue kembali untuk menjadi backpacker super sejati! Tapi sebelum istirahat tidur, sambil skab-skab santai biar tidurnya nambah nyenyak, pacar gue cerita. Doi emang punya sixth senses gitu, dan tajem banget. Kayak di Le Pirate tadi siang, doi shock liat ada orang tua jenggotan putih, terus atasan ga pake baju, bawahannya pake kain (kamen) khas Bali jaman dulu gitu, berdiri di atas batu karang. Diperhatiin lamaaa, terus begitu kedipin mata, sosok kakek-kakek itu ilang. Baru diliat di sebelah batu karang tersebut ternyata ada pelinggih (tempat suci) yang biasa di sesajenin sama pemilik rumah pas sebelah Le Pirate tersebut. Uwao!
Dan ternyata ga itu doang, masih ada cerita yang baru dialami pas kita lewat kuburan tadi waktu mau balik ke villa. Ternyata dari jauh gitu, doi udah ngeliat kaki selonjoran dari atas ranting pohon yang melintang ke jalan itu, terus rambutnya panjang, pake baju putih, tapi mukanya ga berani diliat. Tapi doi woles gitu, karena baru tau kanan kiri jalan diatas pohon melintang itu kuburan. Fix, KUNTILANAK! Faak, serem gila. Gue langsung tarik selimut untuk molor, ga mau lanjutin ngobrolin begituan. Haha.

Keesokan harinya jam 7an gitu gue udah bangun, dibangunin dengan suara deburan ombak pantai gitu, jadi alarm alami. Gila, enak banget. Tidur cukup, dari jam 10 malem sampe jam 7 pagi, seger banget istirahatnya cukup. Tapi pacar gue masih tidur gitu, gue udah keluar kamar untuk liat pantai, jam segitu bule-bule udah pada maen surfing aja. Buset, kaga dingin apa ini bocah-bocah. Huhu.
Terus sambil nunggu restoran villa buka, gue foto-fotoin pemandangan pantai gitu aja sambil nontonin orang maen surfing. Terus jam 8an restoran udah buka, gue bangunin pacar sekalian gue ganti pake celana renang. Udah gitu, kita sarapan dulu, gue order sarapan ala Amerika Serikat, terus pacar gue order sarapan Nasi Goreng gitu. Budget kita untuk sarapan itu Rp. 45.000, terus gue pengen nambah-nambah apa gitu, oh iya nambah kopi sama teh, dibilang sama abangnya nambah biaya lagi Rp. 10.000, yaudah takis banggg. Ceban ini.
Pertama dateng orange juice, orange juice gue ukurannya beda sama tamu lainnya, pake gelas juice gitu, karena dari awal dateng gue bilang gue dari Klungkung juga, jadi doi mungkin ngerasa masih sodara setanah air, jadi ukuran juice gue di upgrae, cieh gitu.
Abis itu dateng lagi roti pake telor isi bacon, udah gitu dateng lagi roti selai strawberry, terakhir dateng toast bread gitu. Buset, banyak banget ini menu sarapannya. Ini sarapan apa abis nyangkul? Huhu.
Terus cewe gue ordernya nasi goreng gitu, yaa standar lah nasi goreng. Kelar sarapan, kita nyebur ke kolam renang. Sambil nunggu jam checkout villa sih, kita renang sampe jam 10an gitu. Terus beres-beres barang bawaan, mandi, lalu kita checkout.
Di resepsionis kita bayar-bayar yang kita ambil kemaren, beer, aqua, pizza, kelebihan di breakfast. Jadi total kira-kira Rp. 140.000an gitu kita bayar.
Sip, gue checkout, langsung menuju ke The Beach Club at Sandy Bay, yang penunjuk arahnya gue liat semalem. Sepanjang jalan kita foto-fotoin pemandangan menuju kesana. Indah banget. Kira-kira jam 12an gitu, gue sampe di tujuan.
Bangunannya unik, simple, bagus, keren deh pokoknya. Tapi yaa, standar beach club lah, ada pool gitu yang menghadap ke pantai. Tapi yaa, tetep aja keren. Inyong sing suka iniii.
Gue ambil tempat duduk di pinggir pool gitu, yang teduh, ga kena matahari sama sekali. Terus order cold beer 2, sama fish and chips buat cemal cemil. Harganya murah, small Bintang Rp. 30.000, terus fish and chipsnya Rp. 60.000. Oh iya, semua harga makanan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ini sudah termasuk pajak. Ga tau kenapa, pokoknya gitu. Jadi misalnya harga barang Rp. 30.000, yaudah bayarnya segitu aja, ga pake tax and services gitu. Asik kan? Huhu.
Dateng beer sama fish and chips, tapi sebelum itu gue skab colongan. Pas di belakang gue ada bule gitu berempat, pas skab, angin dateng dari arah pantai ke arah meja mereka, jadi mereka kaya bingung gitu asal wanginya dari mana? Gue sih bodo amat, woles, paling doi juga pengen-pengen tapi malu gitu. Huhu. Abis skab, mancisssssssss!
Sikat cold beer, sikat fish and chips sambil dengerin lagu-lagu yang chill gitu dari restorannya sendiri. Asik. Makin sore mataharinya mulai serong, tempat duduk gue jadi panes, lalu gue pindah ke dalem yang ada atapnya. Masih laper, order nachos sama ice lemon tea 2. Nachosnya juga standar Rp. 60.000an gitu. Terus ice tea Rp. 15.000an. Udah lagi aja males-malesan di sofa empuk gitu sambil nunggu fastboat yang berangkat jam 5, sedangkan sekarang masih jam 3an. Sambil dengr musik chill, sikat nachos, terus males-malesan lagi. Mata ampe kriyep-kriyep. Untung aja ga kebablasan tidur disana. Huhu. Jam 4an gitu gue cabut, menuju pantai tempat keberangkatan fastboat balik ke Sanur. Minta bill, kira-kira waktu itu bayarnya Rp. 225.000 total gue belanja.
Abis itu tancep gas lagi ke pantai, foto-foto view dari atas bukit menuju pantai, keren banget. Cuma panasnya itu yang ga nahan. Jam 4.15an gitu gue sampe pantai. Gue langsung parkir di tempat yang ditunjukkin Pak Nepo dari awal untuk naro motor kalo mau balik. Saking teriknya, dehidrasi. Gue mampir warung beli aqua dingin gitu sama cemilan. Sampai tempat fastboat, masih sepi penumpang. Kapal berangkat jam 5. Gue nongkrong lagi duduk di bawah batu karang besar yang ada pepohonan rindang gitu, ngadem. Sambil ngecharge hape pacar gue di warung tempat gue beli aqua, sedangkan hape gue, gue charge di bawah batu besar itu, ternyata ada colokannya men. Aneh binti ajaib. Jadi ja gue ngecharge disana, sambil ngobrol sama abang yang punya warung. Sambil mancingin obrolan ke arah yang asoy. “Disini ga ada yang jual-jual sayur enak gitu ga, Pak?” “Yah, yang namanya barang haram, dimana-mana aja, ada Dik.” Shedap. Nanti next trip, gue beli di elo yee, kata gue dalam hati. Huhu.

Jam 5, penumpang disuruh menaiki kapal, karena kapal akan segera berangkat. Sip, Lembongan, we’ll see you very soon. Kapal berangkat, kira-kira jam 5.25an gitu gue sampai di pantai Sanur, tempat gue menyebrang sebelomnya. Rame banget, sampe pacar gue kaget dikira banyak orang kebanjiran, karena doi ga pernah ke pantai Sanur. PA yak? Yakaali orang kebanjiran di pantai. Sampe pantai Sanur, wah, ada dagang lumpia. Favorit gue dari kecil kalo lagi ke pantai nih. Gue sikat lagiii, mancis troooosss. Huhu.
Kelar itu, gue jalan menuju motor gue pas di sebelah atm Mandiri, jadi biar gampang nginget dan kecipratan CCTV kalo misalnya kejadian apa-apa. Tapi untungnya selow. Jadilah gue balik pulang kerumah. Huhu.

Gila pegel juga ya ngetik segambreng begini. Huhu. Oke, sekian pengalaman travelling gue menjadi BACKPACKER SUPER SEJATI! Sampai jumpa di petualangan gue berikutnya..!
Yuk dadah babhay..

Highly regards,
Ida Bagus Ary Kusuma Arcana, ST aka SUNOX

57 thoughts on “Backpacker Super Sejati #1 [Nusa Lembongan & Nusa Ceningan]

    • Bisa kok. Resto nya open for public. Kalo renang baru khusus utk yg nginep disana. Soalnya kalo orang luar yg renang tamu komplain kata waitressnya. Tp kalo buat numpang foto buat eksis2 di socmed bisa lahhh.. :p

  1. mas, ada kontak pelabuhan sanurnya ga? *hahaha berasa nanya ke operator telkom๐Ÿ˜› LOL* soalnya baca baca di web lain jadwal dari sanur ada yang
    Jam 09:30
    Jam 01:30
    Jam 17:00
    hehe…

    makasih banyak ya

  2. Serius bli di daerah ceningan itu angker ? Trus kalau di lepirate jauh kah atau sulitkah untuk mencari makan ?

    • Angker sih engga, cuma lebih sepi aja. Yang rame di lembongan. Cari makan di resto le pirate aja biar ga usah keluar lagi. Kalo mau makan nasi campur, nyebrang ke lembongan, cari warung men paluk di jungut batu. Enak.

      • Mau tanya lagi, Lembongan – Ceningan .. sama besar tidak pulau nya dengan gili ? Kalau keluar malam lewat jembatan pegas berbahaya ga ? secara kata bli tidak ada penerangan

  3. Terimakasih mas untuk jawabannya , mau nanya lagi … apakah kalau kita beli tiket langsung disana secara mendadak untuk ke nusa lembongan ada kemungkinan habis ? atau sebaiknya beli dahulu (book via internet) ?
    – Apakah ada bank di Nusa Lembongan ? mengingat katanya gak semua terima CC atau debit.
    – Berapa hari kira2 waktu yang tepat untuk tinggal disana spy bisa jelajah tempat wisatanya ?
    – Apakah ada recomendasi guide ?
    makasih banyak mas…

    • Oke Mba saya bantu jawab lagi sesuai sepengetahuan saya:
      1. Tiket pasti available onspot Mba, karena banyak armada fastboat & jasa fastboat lainnya. Kemungkinan terburuk jika tiket habis, paling nunggu kapal yang balik dari lembongan / sanur ga lebih dari sejam nunggunya.
      2. Ya, lebih baik bawa cash money aja biar aman. Di sanur di tempat penyeberangan ke lembongan ada banyak atm, jadi bs bawa extra cash sebelum nyebrang. Tp pengalaman saya skrg bar, resto, villa, hotel disana sudah bisa menggunakan debit/credit card. Jadi aman-aman aja..
      3. Masalah waktu relatif mba, tergantung kebutuhan. 2 hari 1 malem aja cukup menurut saya mba. Asal brgktnya pagi jam 7, baliknya besok sore harinya.
      4. Sesuai di blog, dateng ke lembongan dulu aja mba, nanti ada majalah ultimate guide gitu, jadi semua seluk beluk lembongan ada di majalah itu. Enjoy your trip!๐Ÿ™‚

  4. – Tolong tanya kalau bawa mobil taruh di pantai sanur aman gak ? apa ada tempat penitipan resmi untuk kendaraan ?
    – Kira2 di nusa lembongan kondisinya relatif aman gak ? misal gak ada yg tiba2 nodong atau apa kalau pas kita jalan2 …
    makasih ya sebelumya atas jawabannya nanti.

    • Mobil ditaruh di parkiran pantai Sanur. Saya kira aman, asal kasih tau aja tukang parkirnya kalo mau nyebrang, biasanya ada parkir khusus.

      Di lembongan aman. Banget. Beda dengan tempat wisata lain yang banyak orang jahatnya. Silahkan buktikan sendiri keramahan pulau lembongan. ๐Ÿ˜Œ

  5. Selain public boat ad speed boat jg gak..planning gw mo nginep d le pirate dsebut d web nya Transfers Bali to Le Pirate : rp 450.000 return fare per person kok mahal bgt yaaaak

  6. info dong kalau seumpama dari sanur pagi,,trus langsung balik sorenya dimungkinkan ga? beli tiketnya di sanur semua pp atau enggak? tq

  7. mantep nox!
    kapan-kapan ke Bali lagi jadi pengen melalai kesini …

    Inspiring , kocak and mengenin (bikin pengen) !!!

  8. Bli gus, bole bagi contact numbernya pak tut nepo ga? Trus resto2 disitu bisa terima card ato cash aja? Suksma๐Ÿ™‚

    • Resto dan Hotel atau Bungalow di Pulau lembongan sudah ada yang terima pembayaran dengan Card, tapi saran saya lebih baik prepared cash karena kalo hanya liburan sebentar takut begitu ada masalah di pembayaran card. untuk info sewa motor, snorkeling, resto dan hotel atau bungalow bisa hub adik saya Ketut Jayax atau Jakka +62878-6087-5125 masih muda enerjik dan informatif. atau kalo HP susah di hubungi karena sinyal kurang bagus bisa ke no. saya +62812-4661-446

  9. gw ngakak baca ini. baidewei mas, mau tanya pantai tempat mas ketuker sendal itu namanya mushroom bay bukan?

  10. broo.. saya mao nanya, itu tiket nyebrang 50.ooo dapet di mana ya ? saya cari di internet minimal 100.ooo ?? Tq๐Ÿ˜€

  11. Brads, minta nmr rekomendasi orang yg di sana dong, sama kiraโ€ budget per orang buat ke Nusa Ceningan (transport + sewa motor + dll) waktu lo pergi brp brads?? Mau rekomen ke temenโ€ di jkt nih, kabarin lwt email niezken.wahyu@gmail.com brads, thankss sebelumnya hehehe

  12. Gue adi. Tgl 28 – 29 des kmren ke lembongan. Backpacker super sejati juga…modal penginapan dr agoda doang plus tanya sana sini. Baru pertama ini ke bali langsung nekat ke lembongan. Sampe sono nginep di suka beach bungalow kena 300an dr tarif normal 700an. Nyepik dikit ke pak ketut dikasih sewa motor rp 50 rb per hari. Niat awal mw ke cliff jump buat uji mental tp malah tersesat g tau kemana. Udh jam 6 sore mulai gelep terus nyasar kanan kiri hutan bikin ciut juga. Untung g ketemu yg aneh2 kyk cewe elo. Bs pulang ke jungut batu karena ketemu security yg lg patroli, klo enggak bakal muter2 dah smp pagi. Nyari makanan muslim cm ada di warung chandra, ato beli popmie aja buat makan. Sampe bungalow gue cuma leye2 doang smbil mendengar suara alam. Besok paginya langsung nyebrang ke sanur pake sugriwa express kena 75rb

  13. Hi, aku vebry. Mau nanya nih hemmm, dari Sanur ke Nusa Lembongan dan sebaliknya fastboat paling pagi itu jam berapa yaah ?? thank you

  14. Adik gue juga bisa tuh untuk kasih info seputar lembongan dan ceninagn contact aja langsung namanya Jaka/Jayax (masih muda energik heheh..) no. hp. 0878-6087-5125.
    sekarang gue tinggal disanur, ga bisa call jayax bisa call gue 0812-4661-446 (anom)

  15. Hyy,, gw egie.
    Gw ada rencana ke lembongan bln ini,, boleh minta cp nya pak nepo ga?? Soalnya msh bingung buat sewa motornya.. Gw ga ada contact org buat sewa motor..
    Tq so much ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s